Reaksi Oksidasi Reduksi

Video Lagu Kimia Reaksi Oksidasi Reduksi

 

  1. a.      Konsep Reaksi Oksidasi-Reduksi Berdasarkan Penggabungan dan Pelepasan   Oksigen

Oksidasi melibatkan penggabungan oksigen pada suatu zat. Zat yang mengalami oksidasi (menerima oksigen) dinamakan reduktor. (Waldjinah, 2010)

Contoh :

  1. Pembakaran metana

CH4 (g)  +  2O2 (g)                                CO2(g)   +   2H2O( l )

CH4 bertindak sebagai reduktor. Atom karbon dalam metana menerima oksigen membentuk  CO2. Sementara itu, atom hidrogen dalam metana juga menerima oksigen membentuk H2O. Continue reading

Asam Basa

Flash asam basa
[gigya src=”http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_462/Flash/asambasa.swf&#8221; quality=”high” bgcolor=”white” width=”600″ height=”500″ type=”application/x-shockwave-flash” pluginspage=”http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash”></gigya]

Teori

         Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.

  Gambar 1 produk basa

dibawah ini Simulasi asam basa sederhana menggunakan flash Continue reading

Elektrolisis

a. Sel dan elektrolisis

Dalam sel, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Bila potensial diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah potensial sel, reaksi sel yang berkaitan dengan negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang tidak berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut elektrolisis. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisis.

Reaksi total sel Daniell adalah

Zn + Cu2+(aq) –> Zn2+(aq) + Cu (10.36)

Andaikan potensial lebih tinggi dari 1,1 V diberikan pada sel dengan arah kebalikan dari potensial yang dihasilkan sel, reaksi sebaliknya akan berlangsung. Jadi, zink akan mengendap dan tembaga akan mulai larut.

Zn2+(aq) + Cu –> Zn + Cu2+(aq) (10.37)

Gambar 10.6 menunjukkan representasi skematik reaksi kimia yang terjadi bila potensial balik diberikan pada sel Daniell. Bandingkan dengan Gambar 10.2.

Gambar 10.6 Electrolisis. Reaksi kebalikan dengan yang terjadi pada sel Daniell akan berlangsung. Zink mengendap sementara tembaga akan melarut.

Continue reading

Larutan Penyangga

       Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH pada kisarannya. Jika pada suatu larutan penyangga ditambah sedikit asam atau ditambahkan sedikit basa atau diencerkan, maka pH larutan tidak berubah.

[gigya width=”500″ height=”400″ src=” http://www.widgipedia.com/widgets/endah/larutan-penyangga-15176-8192_134217728.widget?__install_id=1335914629636&amp;__view=expanded ” quality=”autohigh” loop=”false” wmode=”red” menu=”false” allowScriptAccess=”sameDomain”]

       Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, ataupun pengenceran. Dengan kata lain pH larutan penyangga tidak akan berubah walaupun pada larutan tersebut ditambahkan sedikit asam kuat, basa kuat atau larutan tersebut diencerkan. Dalam berbagai aktifitas yang melibatkan reaksi-reaksi dalam larutan seringkali diperlukan pH yang harganya tetap. Misalnya kita memerlukan suatu larutan dengan pH = 4 selama melakukan percobaan, dan pH-nya tidak berubah-ubah. Continue reading

Laju Reaksi

Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu.

Untuk reaksi: aA + bB ®   mM + nN
maka kecepatan reaksinya adalah:

1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N)
V = – ——- = – ——- = + ——– = + ———-
a dt b dt m dt n dt

dimana:

– 1/a . d(A) /dt = rA = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru.
– 1/b . d(B) /dt = rB = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu.
– 1/m . d(M) /dt = rM = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu.
– 1/n . d(N) /dt = rN = kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu.

Continue reading